Masalah Depresi Usai Persalinan

Depresi Usai PersalinanBagi anda yang baru saja melahirkan bayi, rasa gembira, bahagia senantiasa bersatu karena kehadiran anggota keluarga baru. Namun kebahagian yang anda rasakan terkadang diterpa masalah depresi usai persalinan yang dikenal dengan sebutan “baby blues”, Baby blues adalah salah satu depresi yang menghampiri ibu pasca persalinan, baby blues terjadi dalam beberapa minggu dengan perasaan cemas, sedih, perubahan suasana hati, hingga sering menangis. Dalam beberapa kasus, perkembangan yang lebih serius dari baby blues adalah postpartum depression. Postpartum depression yaitu gangguan yang terjadi secara emosional pada ibu yang baru saja melahirkan ditandai dengan beberapa masalah seperti marah, mudah cepat lelah, terjadi gangguan makan, hingga hilangnya libido. Penderita yang mengalami postpartum depression umumnya dapat terjadi sepuluh hari pertama pasca persalinan hingga mencapai satu tahun. Continue reading

Posted in Depresi Pasca Melahirkan | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Enzim dan Peranannya dalam Tubuh

Enzim dan Peranannya dalam TubuhEnzim Tripsin

Enzim Tripsin disekresi ke dalam duodenum, di mana ia bertindak untuk menghidrolisis peptida menjadi balok kecil-bangunan mereka, yaitu asam amino (peptida ini adalah hasil dari enzim pepsin menguraikan protein dalam lambung). Hal ini memungkinkan penyerapan protein dalam makanan karena peptida (meskipun lebih kecil dari protein) terlalu besar untuk diserap melalui lapisan usus yg paling bawah. Tripsin mengkatalisis hidrolisis ikatan peptida.

Enzim Pepsin

Enzim pepsin dihasilkan oleh kelenjar di lambung berupa pepsinogen. Selanjutnya pepsinogen bereaksi dengan asam lambung menjadi pepsin. Continue reading

Posted in Biokimia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Biokimia dalam Keperawatan

Biokimia dalam KeperawatanBiokimia adalah ilmu yang mempelajari tentang peranan berbagai molekul dalam reaksi kimia dan proses yang berlangsung dalam makhluk hidup.

Jangkauan ilmu Biokimia sangat luas sesuai dengan kehidupan itu sendiri. Tidak hanya mempelajari proses yang berlangsung dalam tubuh manusia, ilmu Biokimia juga mempelajari berbagai proses pada organisme mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks.

 Definisi Biokimia Menurut Para Ahli

  • Biokimia adalah Bios = Yunani, artinya “hidup” “Kimia mahluk hidup; Kimia yang terjadi dan menjadi ciri kehidupan.” (Webster’s dictionary)
  • Biokimia adalah kimia dari bahan-bahan dan proses-proses yang terjadi dalam tubuh mahluk hidup; sebagai upaya untuk memahami proses kehidupan dari sisi kimia. (WebNet dictionary) Continue reading
Posted in Biokimia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Askep pada pasien dengan Demam

Askep pada pasien dengan DemamA. Definisi
Demam adalah meningkatnya temperatur tubuh secara abnormal. Sedangkan bakteremia adalah adanya bakteri dalam darah.

B. Patofisiologi
• Exogenous dan virogens (seperti ; bakteri, virus, komplek antigen-antibodi) akan menstimulasi sel host inflamasi (seperti; makrofag, sel PMN) yang memproduksi endogenous pyrogen (Eps). Interleukin –1 sebagai prototypical EP. Eps menyebabkan endotelium hipotalamus meningkatkan prostaglandin dan neurotransmiter, kemudian beraksi dengan neuron preoptik di hipotalamus anterior dengan memproduksi peningkatan “set point”. Mekanisme tubuh secara fisiologi mengalami (vasokonstriksi perifer, menggigil), dan perilaku ingin berpakaian yang tebal-tebal atau ingin diselimuti dan minum air hangat.
• Demam sering kali dikaitkan dengan adanya gangguan pada “set point” hipotalamus oleh karena infeksi, alergi, endotoxin, atau tumor. Continue reading

Posted in Asuhan Keperawatan, Keperawatan tubuh | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Gagal Ginjal Kronik

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Gagal Ginjal KronikA. Pengertian
1) Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah suatu sindrom yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun,berlangsung progresif dan cukup lanjut.(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam,Edisi 3).
2) Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah penurunan fungsi ginjal yang bersifat persisten dan ireversible.(Kapita Selekta Kedokteran,Edisi 3;Arif M.Mansjoer).
3) Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah suatu kerusakan kekurangan fungsi ginjal yang hampir selalu tidak reversibel dengan sebab yang bermacam-macam.(Ronald H.Sitorus;2006).
4) Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah suatu kondisi klinis yang terjadi pada ginjal apabila kedua ginjal sudah tidak mampu mempertahankan lingkungan dalam yang cocok untuk kelangsungan hidup.(Klien Gangguan Ginjal;Mary Baradero,2008).
Berdasarkan pengertian-pengertian tersabut dapat disimpulkan bahwa Gagal Ginjal Kronik adalah kegagalan fungsi ginjal (unit nefron) atau penurunan faal ginjal yang menahun dimana ginjal tidak mampu lagi mempertahankan lingkungan internalnya yang berlangsung dari perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan menetap sehingga mengakibatkan penumpukan sisa metabolik (toksik uremik) berakibat ginjal tidak dapat memenuhi kebutuhan dan pemulihan fungsi lagi yang menimbulkan respon sakit. Continue reading

Posted in Asuhan Keperawatan, Keperawatan Medikal Bedah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Konsep Dasar Seksio Sesarea

Konsep Dasar Seksio SesareaA. Konsep Dasar

1. Defenisi

Seksio sesarea adalah suatu tindakan untuk melahirkan bayi dengan berat badan di atas 500 gram, melalui sayatan pada dinding uterus yang masih utuh. (Saifudin, 2001 : 536)

Plasenta Previa adalah plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. (Wiknjosostro, 1999 : 365)

2. Etiologi

Mengapa plasenta tumbuh pada segmen bawah uterus tidak selalu dapat diterangkan, karena tidak nyata dengan jelas bahwa plasenta previa didapati untuk sebagian besar pada penderita dengan paritas fungsi, apabila aliran darah ke plasenta tidak cukup atau diperlukan lebih banyak seperti pada kehamilan kembar. Plasenta yang letaknya normal sekalipun akan meluaskan permukaannya, sehingga mendekati atau menutupi sama sekali pembukaan jalan lahir. (Wiknjosostro, 1999 : 367)

3. Klasifikasi

a. Plasenta Previa Totalis, apabila seluruh pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta.

b. Plasenta Previa Parsialis, apabila sebahagian pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta.

c. Plasenta Previa Marginalis, apabila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan. Continue reading

Posted in Asuhan Keperawatan, Keperawatan Maternitas | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Konsep Penanganan Bencana dalam Ranah Keperawatan Kesehatan

 Konsep Penanganan Bencana dalam Ranah Keperawatan KesehatanA. DEFINISI BENCANA (DISASTER)
Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia definisi bencana adalah peristiwa/kejadian pada suatu daerah yang mengakibatkan kerusakan ekologi, kerugian kehidupan manusia serta memburuknya kesehatan dan pelayanan kesehatan yang bermakna sehingga memerlukan bantuan luar biasa dari pihak luar.
Pengertian bencana atau disaster menurt Wikipedia: disaster is the impact of a natural or man-made hazards that negatively effects society or environment (bencana adalah pengaruh alam atau ancaman yang dibuat manusia yang berdampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan). Dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dikenal pengertian dan beberapa istilah terkait dengan bencana. Continue reading

Posted in Asuhan Keperawatan, Keperawatan Komunitas | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Konsep Dasar Kesehatan dan Keperawatan Jiwa

Konsep Dasar Kesehatan dan Keperawatan Jiwa1.1 PENGERTIAN

Kesehatan Jiwa adalah Perasaan Sehat dan Bahagia serta mampu mengatasi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.
:
Kesehatan jiwa meliputi
· Bagaimana perasaan anda terhadap diri sendiri
· Bagaimana perasaan anda terhadap orang lain
· Bagaimana kemampuan anda mengatasi persoalan hidup anda Sehari – hari.

Beberapa pengertian manusia:

  • Individu yang holistik: terdiri dari jasmani dan ‘rohani’.
  • Terdiri dari komponen jasmani, akal, jiwa dan qalbu (ruh)
  • Struktur jiwa manusia terdiri dari id (insting-prinsip kepuasan), ego (kesadaran realitas-prinsip realitas), super ego/ moralitas-prinsip moralitas (Teori Freud) Continue reading
Posted in Asuhan Keperawatan, Keperawatan Jiwa | Leave a comment

Perawatan Pasien Tenggelam

Perawatan Pasien TenggelamTENGGELAM
1. Patofisiologi
Setiap tahun antara 4000 dan 5000 orang mati tenggelam di Amerika Serikat, dan jumlah yang hampir mati tenggelam diperkirakan tiga sampai empat kali lipat dari jumlah mati tenggelam. Mati tenggelam didefenisikan sebagai kematian karena asfiksia akibat tenggelam atau dalam 24 jam tenggelam. Hampir mati tenggelam terjadi bila anak bertahan lebih dari 24 jam setelah tenggelam, tanpa memperhitungkan hasil akhirnya. Mati tenggelam sekunder merujuk pada kasus-kasus yang berhasil diresusitasi tetapi kemudian mati dalam waktu lebih dari 24 jam setelah tenggelam karena disfungsi paru progresif.
Kejadian fisiologis yang terjadi setelah tenggelam adalah berurutan. Setelah pada awalnya panic dan berjuang, korban akan menahan napasnya, dan beberapa orang akan menelan sejumlah kecil air, muntah, kemudian mengaspirasi muntahan. Selanjutnya terjadi laringospasme, yang mengarah pada hipoksia, yang mengakibatkan henti jantung dan relaksasi jalan napas sehingga paru-paru memungkinkan untuk terisi oleh sejumlah besar air (mati tenggelam basah). Tanpa memerhatikan apakah korban mengaspirasi air, hipoksia merupakan konsekuensi fisiologis yang paling penting untuk cedera tenggelam dan memengaruhi seluruh system organ. Continue reading

Posted in Asuhan Keperawatan, Keperawatan Dasar | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Makna dan Riset Penelitian

Makna dan Riset Penelitian1. Beragam lstilah

Penelitian keperawatan (nursing research) dibangun dari dua kata, yaitu penelitian (research) dan keperawatan (nursing). Kata atau istilah penelitian di sini merupakan terjemahan dari reseach, dalam bahasa Inggris. Banyak ahli atau pengarang mengindonesiakan kata research menjadi riset. Kata penelitian dan riset mempunyai makna yang sama dan selalu dapat dipertukarkan. Meski begitu adakalanya secara rasa bahasa, kata riset lebih enak didengar. Di Indonesia, misalnya, kita kenal Riset Unggulan Terpadu (RUT), Dewan Riset Nasional (DRN), Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menneg Ristek), Riset Unggulan Kemitraan (RUK). Akan tetapi, di Indonesia juga kita kenal penelitian Terapan Kelas (PTK), Penelitian Terapan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Penelitian dan Pengembangan (P&P), dan lainnya.

Kata lain yang sering dipertukarkan dengan riset atau penelitian adalah studi (study) dan investigasi (investigation). Frasa “studi tentang” atau “penelitian tentang” sering kali kita baca, demikian juga “peneliti” atau “periset” pada kasus-kasus tertentu sering disebut sebagai ingradual dengan kata penelitian atau riset. Kata “studi atau investigasi”, tampaknya lebih cocok dipakai pada peristiwa kerja penelitian di tingkat praktik di Iapangan; sedangkan kata penelitian atau riset menggambarkan keseluruhan proses kegiatan tersebut.. Continue reading

Posted in Riset Keperawatan | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment