Penatalaksanaan Pada Penyakit Sifilis

Penatalaksanaan Pada Penyakit SifilisA. Penatalaksaan Umum

Memberikan pendidikan kepada penderita dengan menjelaskan hal sebagai berikut:

- Hindari hubungan seksual sebelum sembuh dan memakai kondom jika tak dapat menghindari.

- Cara penularan sifilis dan perlunya pengobatan untuk pasangan seks tetapnya.

- Bahaya sifilis dan komplikasinya.

- Pentingnya mematuhi pengobatan yang diberikan.

B. Penatalaksanaan Khusus

Pada sifilis primer terapi yang dianjurkan adalah penicilin G benzatin dengan dosis 2,4 juta unit IM yang disuntikkan didua tempat. Untuk penderita yang alergi penisilin dapat diberikan doksisilin 100 mg 2 kali sehari selama 14 hari dan eritrosmisin, namun eritromisin tidak terlalu efektif dan mungkin tidak dapat mencegah sifilis congenital jika digunakan pada wanita hamil.

Untuk sifilis sekunder pengobatan utama adalah penisilin yang diberikan secara injeksi sekali dalam seminggu selama 3 minggu. Pada orang yang alergi terhadap penisilin dapat digunakan doksisiklin selama 2 minggu. Setelah pengobatan antibiotik penderita harus dipantau dengan RPR 3 dan 6 bulan berikutnya.

Untuk sifilis tersier pengobatannya sebagai berikut:

a. Primer, sekunder dan sifilis laten kurang dari 1 tahun, pengobatannya:

- Benzatin penisilin 2,4 juta lU/TM, dosis tunggal.

- Doksisiklin 100 mg/oral 2 x 1, selama 2 minggu.

- Tetrasiklin 500 mg/oral 4 x 1, selama 2 minggu.

- Eritromisin 500 mg/oral 4 x 1, selama 2 minggu.

- Ceftriakson 250 mg IM setiap hari selama 10 hari.

b. Untuk pengobatan sifilis yang lebih dari 1 tahun:

- Benzatin penisilin 2,4 juta IU/ IM setiap minggu, selama 3 minggu.

- Doksisiklin 100 mg/oral 2 x 1, selama 30 hari.

- Tetrasiklin 500 mg/oral 2 x 1, selama 30 hari.

c. Neurosifilis:

- Penisilin G dalam akua 12 — 24 juta unit/hari IV, selama 10 hari, diikuti dengan pemberian Benzatin penisilin 2,4 juta IU sekali dalam seminggu selama 3 minggu.

- Prokain penisilin 2,4 juta lU/TM/hari, diberikan dengan Probenezid 500 g/ oral 4 x 1/hari selama 10 hari. Sedangkan pada sifilis kongenital terapi yang dianjurkan adalah penisilin G prokain dalam akua 100.000 – 150.000 unit/kgBB, IM selama 10 hari.

d. Sifilis congenital:

- Periode neonatal:

  • Penisilin G 50.000 unit/kgBB, intravena tiap 12 jam selama 7 hari dilanjutkan dengan pemberian tiap 8 jam selama 3 hari.
  • Penisilin prokain C intramuskular setiap hari selama 10 hingga 14 hari.

- Periode posneonatal: Benzatine penisilin G 50.000 umt/kgBB (maksimal 2,4 juta unit), intramuskuar jika pemeriksaan CSF negatif.

PROGNOSIS

Sifilis dapat sembuh dengan sempurna bila didiagnosis dengan cepat dan mendapat perawatan yang teratur. Pada sifilis sekunder yang tidak diberi pengobatan dapat mengalami komplikasi sifilis lanjut. Sifilis lanjut dapat menjadi permanen dan dapat mengakibatkan kematian.

This entry was posted in Penyakit Menular Seksual and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>